SUARAHATIDEWATA.COM,Buleleng-Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, SH, menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Paripurna DPRD Buleleng, Rabu (5/3/2025). Dalam kesempatan ini, ia memaparkan program kerja 100 hari pertama kepemimpinannya yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang langsung diterapkan adalah stimulus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 90% bagi wajib pajak yang memiliki lahan pertanian pangan berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan serta membantu para petani dalam menjaga produktivitas lahan mereka.
“Kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya petani, agar mereka tetap bisa mengelola lahannya tanpa terbebani pajak yang tinggi. Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi Buleleng,” ujar Sutjidra dalam pidatonya.
Selain kebijakan pajak, Pemkab Buleleng juga akan memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat TK, SD, dan SMP dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Buleleng serta meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
Dalam pidatonya, Bupati Sutjidra juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah pemasangan lampu hias di jalan protokol, pertokoan, dan kantor di Kota Singaraja. Upaya ini bertujuan untuk mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Selain itu, penataan dan penertiban pedagang bermobil di Pasar Anyar Singaraja juga menjadi prioritas. Dengan adanya regulasi yang lebih baik, diharapkan aktivitas perdagangan di pasar dapat berjalan lebih tertib dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang.
Di bidang kebudayaan, Pemkab Buleleng berkomitmen untuk melestarikan dan membina kesenian legendaris asli Buleleng. Program ini mencakup penyelenggaraan pementasan seni secara rutin serta pelatihan bagi generasi muda agar warisan budaya tetap terjaga.
Dalam rangka mewujudkan visi “Buleleng Paten” yang mengedepankan kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan, Bupati Sutjidra mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Program yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat tentu akan kami lanjutkan, dan akan kami padukan dengan program prioritas kami.
Kami, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, meminta doa restu dan dukungan dari seluruh stakeholder internal dan eksternal Pemkab Buleleng serta seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Sidang Paripurna ini juga menjadi momen serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) Bupati Ketut Lihadnyana kepada Bupati Nyoman Sutjidra. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Asisten Tiga Pemerintah Provinsi Bali Dewa Sunarta, anggota Forkopimda, mantan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Gede Wardana, serta mantan Wakil Bupati Buleleng Arga Pinatih.
Turut hadir pula Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana, Ketua Bawaslu Buleleng Carna Wirata, pimpinan partai politik, penglisir Puri Buleleng, para kepala SKPD, tokoh masyarakat, serta lurah dan perbekel se-Buleleng.
Dengan berbagai program strategis yang telah disiapkan,sebagai Bupati Buleleng yang sudah menerima kepercayaan dari masyarakat Buleleng,Nyoman Sutjidra mengharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Buleleng serta mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan.