Pasca pembongkaran sejumlah bangunan tidak berizin di kawasan Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan
SUARAHATIDEWATA.COM,BADUNG-Pasca pembongkaran sejumlah bangunan tidak berizin di kawasan Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai mempersiapkan langkah penataan kawasan tersebut. Tahapan awal difokuskan pada penyusunan masterplan atau rencana induk, sekaligus memastikan proses penataan dilakukan dengan pendekatan partisipatif bersama masyarakat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, kawasan Pantai Bingin merupakan aset milik Pemkab Badung yang selama ini dimanfaatkan tanpa izin oleh sejumlah pihak. Penertiban yang telah dilakukan, ujarnya, merupakan langkah pengembalian fungsi lahan ke kondisi semula. Setelah proses pembongkaran rampung, Pemkab Badung akan segera memulai tahap penataan melalui penyusunan masterplan yang dianggarkan dalam perubahan APBD tahun ini.
“Kalau tidak salah, dalam perubahan ini kita buat masterplan dahulu. Kan tidak ujug-ujug kita masuk. Harus ada masterplan dahulu,” ujar Bupati Adi Arnawa belum lama ini.
Bupati asal Desa Pecatu ini menilai, Pantai Bingin memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata premium. Potensi tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kami akan duduk bersama masyarakat dalam penataan ini, sehingga di satu sisi pemerintah daerah hadir, di sisi lain juga pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat,” imbuh mantan Sekda Badung ini.
Sementara itu, seizin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Ida Bagus Ratu menjelaskan, saat ini kawasan Pantai Bingin sedang dalam tahap pembersihan dan perapian. Pada Selasa (21/10) mendatang, satu unit alat berat akan kembali diturunkan untuk membantu pembersihan area yang belum tersentuh.
“Untuk alat berat, beberapa waktu lalu sempat kita tarik untuk perbaikan dan service. Tetapi karena menurut pimpinan pembersihan masih membutuhkan alat berat, jadi kemungkinan Selasa (21/10) nanti kita turunkan satu alat berat lagi untuk bantu-bantu pembersihan yang masih dirasa kurang,” terangnya.
Pemkab Badung berharap, penataan Pantai Bingin ke depan dapat menciptakan kawasan wisata yang tertata rapi, berkelanjutan, serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.