Anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra Politisi asal Pecatu.
SUARAHATIDEWATA.COM,BADUNG- Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Himpunan Seniman Pecatu (HSP) bersama Bali Talent Artist (BTA) di kancah internasional. Dalam ajang 28th Harbin International Snow Sculpture Competition yang berlangsung di Harbin, China, pada 6–9 Januari 2026, tim seniman asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, berhasil meraih Juara III, sekaligus mengharumkan nama Badung, Bali, dan Indonesia di panggung dunia.
Atas capaian membanggakan tersebut, apresiasi tinggi datang dari Anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra. Politisi asal Pecatu itu menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas kerja keras para seniman yang tergabung dalam HSP di bawah kepemimpinan I Nyoman Sungada.
“Saya sebagai anggota DPRD Badung asal Pecatu memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh Himpunan Seniman Pecatu. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” ujar Tomy Martana, Senin (12/1).
Menurutnya, keberhasilan HSP–BTA menembus dan meraih prestasi dalam kompetisi seni patung salju bergengsi tingkat dunia tersebut bukanlah sesuatu yang instan. Ia menilai capaian itu merupakan buah dari konsistensi, disiplin, dan kualitas tinggi yang dimiliki para seniman Pecatu.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa seniman-seniman Pecatu memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan seniman dari berbagai negara. Ini bukan hanya soal bakat, tetapi juga tentang kerja keras, komitmen, dan semangat yang luar biasa,” ungkapnya.
Sebagai Anggota Komisi I DPRD Badung, Tomy Martana juga menyoroti peran sentral I Nyoman Sungada yang selama ini memimpin dan menggerakkan HSP untuk terus aktif dalam berbagai ajang internasional.
“Eksistensi Pak Sungada dan kawan-kawan sangat luar biasa. Mereka konsisten mengikuti kompetisi internasional dan hampir selalu membawa pulang prestasi. Ini tidak mudah, dan patut kita hargai setinggi-tingginya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran HSP–BTA di berbagai panggung dunia bukan hanya membawa nama Pecatu, tetapi juga memperkuat citra Badung dan Bali sebagai daerah yang kaya akan kreativitas dan seni.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Pecatu, Badung, Bali, dan Indonesia. Apa yang telah dicapai ini menjadi bukti bahwa seniman lokal kita tidak kalah dengan seniman dari negara mana pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekretaris DPD II Partai Golkar Badung ini berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda, khususnya di Pecatu, untuk lebih berani berkarya dan menekuni dunia seni secara serius.
“Prestasi ini harus menjadi pelecut semangat bagi generasi muda untuk berkarya. Kita ingin anak-anak muda Pecatu melihat bahwa seni bisa menjadi jalan untuk berprestasi dan mengharumkan daerah hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.
Tomy Martana juga menegaskan pentingnya kehadiran dan peran pemerintah dalam membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Menurutnya, para seniman lokal membutuhkan dukungan nyata, baik dalam bentuk fasilitas, pembinaan, maupun akses untuk mengikuti event-event internasional.
“Pemerintah wajib terus hadir memberikan dukungan agar seniman lokal bisa terus bertumbuh dan berprestasi. Dengan dukungan yang tepat, saya yakin akan lahir lebih banyak lagi seniman-seniman hebat dari Pecatu dan Badung,” pungkasnya.
Prestasi HSP–BTA di Harbin, China, ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Pecatu sebagai salah satu pusat kreativitas seni yang mampu berbicara di tingkat global.